Bridging Segmen Layer 2 Lewat Internet Menggunakan Mikrotik

Mikrotik punya banyak sekali akan misteri didalamnya, kaya banget akan fitur-fitur yang cukup mumpuni meskipun harga perangkat ini tergolong murah meriah namun memiliki fasilitas wah. Pada postingan kali ini saya mencoba share tentang EoIP Tunnel yang akan digunakan untuk bridging segmen layer 2 lewat internet untuk 2 jaringan yang berbeda lokasi bahkan berbeda provider sekalipun.

EoIP (Ethernet over IP) adalah sebuah fitur dari router os mikrotik untuk membut network tunnel, EoIP ini berjalan diatas protokol TCP/IP dan merupakan protokol proprietary MikroTik (hanya ada di Mikrotik) dan EoIP ini menggunakan protokol GRE, syarat mutlak untuk menghubungkan kedua jaringan lokal yang berbeda lokasi adalah router harus terhubung ke internet menggunakan IP Public Static.

Berikut adalah contoh topologi untuk menerapkan EoIP Tunnel :

Bridge
EoIP – Bridging Network

Dari gambar diatas, tujuan saya adalah untuk menghubungkan kedua network local (LAN) pada 2 lokasi yang berbeda yaitu dimana Host1 memiliki segmen IP yang sama seperti Host2 namun jarak lokasi yang berjauhan. Untuk menghubungkan kedua network local tersebut akan dilewatkan melalui EoIP. Karena kedua network local tersebut masih dalam segmen ip yang sama, maka disini akan diterapkan Bridging network.

Adapaun untuk menerapkan teknologi ini dapat dimulai  sebagai berikut :

  1. Pastikan masing-masing router sudah terhubung ke internet dan menggunakan IP Public Static.
  2. Konsep EoIP ini adalah pertukaran IP Public, maka pada R1 akan di sematkan IP Public dari R2 dan juga sebaliknya, dan yang harus diperhatikan adalah Tunnel ID harus sama, disini saya menggunakan Tunnel 10.
    Konfigrasi EoIP pada R1 :
    [khsnndzf@R1] > interface eoip add remote-address=202.182.1.145 tunnel-id=10 name=eoip-tunnel-10
    Konfigrasi EoIP pada R2 :
    [khsnndzf@R2] > interface eoip add remote-address=202.100.13.15 tunnel-id=10 name=eoip-tunnel-10
  3. Buat interface bridge pada masing-masing router
    [khsnndzf@R1] > interface bridge add name=Bridge-Tunnel10
    [khsnndzf@R2] > interface bridge add name=Bridge-Tunnel10
  4. Pada masing-masing router, masukkan Interface Lan ke arah Host dan Interface eoip-tunnel-10 yang telah dibuat tadi (step 2) ke dalam Bridge yang telah dibuat pada step 3
    [khsnndzf@R1] > interface bridge port add interface=eoip-tunnel-10 bridge=Bridge-Tunnel10
    
    [khsnndzf@R1] > interface bridge port add interface=LAN bridge=Bridge-Tunnel10
    [khsnndzf@R2] > interface bridge port add interface=eoip-tunnel-10 bridge=Bridge-Tunnel10
    
    [khsnndzf@R2] > interface bridge port add interface=LAN bridge=Bridge-Tunnel10
  5. Lakukan konfirmasi terhadap masing-masing Host untuk lakukan ping dan tracerroute
    C:\Users\Host1>ping 10.10.0.100
    
    Pinging 10.10.0.100 with 32 bytes of data:
    Reply from 10.10.0.100: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.100: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.100: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.100: bytes=32 time=2ms TTL=64
    
    Ping statistics for 10.10.0.100:
     Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
    Approximate round trip times in milli-seconds:
     Minimum = 2ms, Maximum = 2ms, Average = 2ms
    
    
    C:\Users\Host1>tracert 10.10.0.100
    
    Tracing route to 10.10.0.100 over a maximum of 30 hops
    
     1 1 ms 1 ms 1 ms 10.10.0.100
    
    Trace complete.
    C:\Users\Host2>ping 10.10.0.2
    
    Pinging 10.10.0.2 with 32 bytes of data:
    Reply from 10.10.0.2: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.2: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.2: bytes=32 time=2ms TTL=64
    Reply from 10.10.0.2: bytes=32 time=2ms TTL=64
    
    Ping statistics for 10.10.0.2:
     Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
    Approximate round trip times in milli-seconds:
     Minimum = 2ms, Maximum = 2ms, Average = 2ms
    
    
    C:\Users\Host2>tracert 10.10.0.2
    
    Tracing route to 10.10.0.2 over a maximum of 30 hops
    
     1 1 ms 1 ms 1 ms 10.10.0.2
    
    Trace complete.

Dari kedua konfirmasi diatas test ping Host1 dan Host2 sudah terhubung meskipun berbeda lokasi, kemudian dari konfirmasi traceroute  terlihat tidak ada hop lain selain ip tujuan tersebut karena kedua host tersebut masih dalam satu segmen ip.

Terimakasih, Semoga Bermanfaat

Source : http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=91

Advertisements

Author: admin@khsnndzf

Good People

2 thoughts on “Bridging Segmen Layer 2 Lewat Internet Menggunakan Mikrotik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s