Pengalaman Membeli Rumah Pertama

Awal tahun 2016 waktu dimana lagi semangat-semangatnya berkerja dan berkeinginan untuk berinvestasi beli rumah di wilayah Jabodetabek, alasan utama nya adalah karena saat itu sudah mantap untuk tinggal di wilayah dimana orang menyebutnya kota metropolitan. Menelisik beberapa tahun ke belakang sejak April 2014 aku langkahkan kaki ke tanah Ibu Kota ini dan dengan modal nekat untuk mengadu nasib setelah wisuda Sarjana di awal bulan tersebut di kota pelajar DI Yogyakarta. Singkat cerita 6 bulan bekerja dilapangan sebagai teknisi jaringan yang mana door to door ke customer kemudian dipindahkan jobdesk dan lokasi kerja. Tepat 2 tahun kerja di kantor orang atau sering disebutnya sebagai engineer onsite akhirnya ditarik lagi ke kantor pusat untuk kali ini pindah department dan jobdesk nya lebih jauh berbeda dari sebelumnya.

Sebenarnya saat menginjak tahun 2016 sudah muter kesana kemari cari perumahan yang sekiranya bisa dibeli dengan cicilan yang sesuai dengan pemasukan bulanan mulai dari daerah Cibubur, Depok, Bekasi, hingga sampai Bogor sudah di puter-puter. Kenapa gak coba ke Tangerang ? entah kenapa gak pernah ada pikiran kesana waktu itu hanya terfikir antara Depok/Bogor. Mungkin karena akses Commuter Line atau Jalan Tol yang lebih mudah dijangkau.

Teringat betul kegagalan memiliki rumah pertama di ahir tahun 2015 daerah Dramaga Kabupaten Bogor, saat itu kenal dengan penjual dari salah satu temen SD yang sudah lama kerja bareng orang tsb. Rumah dilokasi bukanlah perumahan maupun cluster, dia hanya punya 4 kavling yang kemudian sudah dibangun 2 kavling rumah sisanya masih tanah lapang belum terbangun. Rumah sudah SHM a/n orang tsb ahirnya aku coba ajukan KPR ke Syariah Mandiri deket kantor waktu itu, setelah berkas semua lengkap dan BI Checking clear dataku gak ada masalah maka Bank melanjutkan proses taksasi atau disebut dengan penilaian harga rumah oleh pihak bank. Disini aku gak ikut, hanya pihak bank dan pemiliki rumah, namun keputusan akhirnya bank tidak menerima agunan dalam hal ini rumah tersebut tidak bisa diajukan KPR dengan beberapa alasan salah satunya adalah jalan akses ke jalan utama jauh untuk akses 2 mobil.

Dalam hati kecil sedikit nyesel namun cukup bersyukur karena aku ngerasa ini lokasi lumayan jauh dari kantor pusat tempat bekerja, bahkan di jalan utama depan ITB Dramaga pun macet nya gak kenal waktu, nah diawal tahun lah coba dateng ke beberapa event di JCC masalah KPR. Sepulang dari JCC sekitar 2/3 hari kemudian ada email penawaran rumah wilayah Citayam Bogor. Jujur waktu itu sama sekali gak familiar di wilayah selain jakarta, tapi modal nekat coba cari-cari akhirnya janjian untuk ketemu dengan sales perumahan hari minggu aku coba dateng ke proyek.
Continue reading “Pengalaman Membeli Rumah Pertama”