Konsep Memisahkan Jalur Paket Upload dan Download dengan Manipulasi Cost Matrik OSPF

memisahkan-jalur-download-upload

Dari gambar diatas, kita akan memisahkan jalur pengiriman paket download dan upload dari PC0 ke Laptop0, garis warna biru merupakan jalur pengiriman paket upload sedangkan garis warna orange merupakan jalur pengiriman paket download.

Sebelumnya sudah mencoba Konsep Load Balancing Deliver Paket dengan OSPF Memanfaatkan Manipulasi Cost Metrik, sekarang akan mencoba memisahkan jalur paket upload dan dowload dengan ospf memanfaatkan manipulasi cost matrik juga.

Perlu diketahui sebelumnya, untuk cost dari interface FastEthernet dan GigabitEthernet adalah 1. Maka PC0 untuk menuju Laptop 0 dapat digambarkan dari tabel berikut :

Source Destination Route Cost
Router0 Router3 Via Router1 4
Router0 Router3 Via Router2 3

Continue reading “Konsep Memisahkan Jalur Paket Upload dan Download dengan Manipulasi Cost Matrik OSPF”

Advertisements

Konsep Load Balancing Deliver Paket dengan OSPF Memanfaatkan Manipulasi Cost Metrik

Load Balance Cost Manipulation.JPG

Dari topologi diatas, yang kita inginkan adalah PC0 menuju Laptop0 melalui Router0, dimana Router0 memiliki 2 jalur untuk menuju Laptop0 yaitu melalui Router1 dan Router2.

Konsep loadbalancing yang akan diterapkan disini adalah bagaimana caranya paket dari Router0 dapat di deliver sebagian lewat Router1 dan sebagian lainnya lewat Router2.

Perlu diketahui sebelumnya, untuk cost dari interface FastEthernet dan GigabitEthernet adalah 1. Maka PC0 untuk menuju Laptop 0 dapat digambarkan dari tabel berikut :

Source Destination Route Cost
Router0 Router3 Via Router1 4
Router0 Router3 Via Router2 3

Dari tabel diatas, PC0 untuk menuju Laptop0 melalui Router0 sudah pasti akan melewati route Router2 karena cost nya lebih sedikit (best path).

Untuk memastikan best path nya bisa cek routing di Router0 berikut:
route-ospf-router0

Terlihat pada routing ospf Router0 menuju network Laptop0 melewati ip address 20.20.20.2 dimana ip tersebut ada di Router2.

Untuk membuat load balancing pada routing ospf ini, kita perlu memanipulasi cost nya agar memiliki nilai cost yang sama. Disini mencoba manipulasi cost pada interface GigabitEthernet0/0 pada Router0
route-ospf-router0-manipulasi-cost

Setelah interface GigabitEthernet0/0 dimanipulasi cost nya menjadi 2, maka total cost menuju network 192.168.2.0 (Router3) menjadi 4 yang semulanya ada 3. Sehingga rute paket menuju network 192.168.2.0 dapat melalui 20.20.20.2 (Router2) dan 10.10.10.2 (Router1) disinilah load balance bekerja.

Sampai disini load balancing deliver paket dengan ospf memanfaatkan manipulasi cost matrik sudah selesai. Semoga bermanfaat ūüôā

GNS3, OSPF Single Area pada Mikrotik

Topologi.JPG
Topologi Simulasi

Note:
Pada Mikrotik, untuk membuat interface loopback bisa menggunakan interface bridge(tanpa port) kemudian assign ip loopback pada interface brigde tersebut.
Continue reading “GNS3, OSPF Single Area pada Mikrotik”

Ketemu OSPF

Memang terjadi, ketika kita suka dengan sesuatu akan terus ada dipikiran. Salah satunya dalam sebuah kegiatan nge-LAB (red: Belajar Sendiri) tentang OSPF Multi Area dengan Virtual Link sampai kebawa mimpi dengan alur yang gak jelas mulai dari mana dan akan berahir dimana. Sedikit untuk mengingatkan mungkin tulisan ini akan dibaca dikemudian hari ketika saya lupa dengan apa yang pernah saya lewati dalam hal belajar.

OSPF, merupakan salah satu routing protocol dynamis yang mengijinkan router-router untuk saling bertukar informasi routing antar jaringan berdasarkan link-state protocol sering digunakan untuk network yang sudah besar, dimana seorang NE tidak akan berbelit ngurusin masalah routing, cukup dengan dynamic routing ini OSPF mampu memberikan jalur untuk mencapai sebuah tujuan dengan rute terbaik menurutnya. Link-State Database (LSDB ; topologi database) dibentuk oleh sebuah Link-State Advertisement (LSA) dimana LSA berisikan informasi routes.

OSPF memiliki 2 layer hierarki berdasakan area, yaitu area Backbone (area 0) dan area Reguler (non-backbone). Area 0 biasa disebut dengan transit area karena backbone ini memiliki banyak jalur untuk menuju ke area lain dan inter area harus melewati area 0.

OSPF
Area 0 – Backbone Area ; R1_R3 – Area Broder Router ; R5_R6_R7 – Internal Router ; R1_R3_R7 – Backbone Router #NixtrainOSPF

OSPF menggunakan cost sebagai matric yang digunakan, dimana matric terkecil/terendah akan menjadi nilai terbaik karena algoritma dari OSPF ini menggunakan djikstra. Best Route dari OSPF ini menggunakan link cost (bandwidth), OSPF memiliki administrative distance 110 dan menggunakan Multicast IP Address 224.0.0.5 & 224.0.0.6 untuk share informasi LSDB.