Konfigurasi dasar iBGP Peering

ibgp-peering

Setting IP Address Router
 Router(config)# interface [nama-interface]
 Router(config-if)# ip address [ip] [mask]

R1
#interface Loopback0
#ip address 1.1.1.1 255.255.255.255
#interface FastEthernet0/0
#ip address 12.12.12.1 255.255.255.0

R2
#interface Loopback0
#ip address 2.2.2.2 255.255.255.255
#interface FastEthernet0/0
#ip address 12.12.12.2 255.255.255.0


Aktifkan Router BGP
 Router(config)# router bgp [ASN]

R1(config)#router bgp 12

R2(config)#router bgp 12


Setting neighbor
 Router(config-router)# neighbor [peer address] remote-as [ASN]

R1
 #neighbor 12.12.12.2 remote-as 12

R2
 #neighbor 12.12.12.1 remote-as 12


Advertise ip network ke dalam router bgp
 Router(config-router)# network [ip network] mask [mask]

R1 
 #network 1.1.1.1 mask 255.255.255.255

R2
 #network 2.2.2.2 mask 255.255.255.255


Lihat Status
 Router# show ip bgp

R1
 Network        Next Hop
 *> 1.1.1.1/32  0.0.0.0 
 *>i2.2.2.2/32  12.12.12.2

R2
Network          Next Hop  
 *>i1.1.1.1/32   12.12.12.1  
 *> 2.2.2.2/32   0.0.0.0  


Lihat Status
 Router# show ip bgp summary

R1
Neighbor    V  AS MsgRcvd MsgSent TblVer  InQ OutQ Up/Down  State/PfxRcd
12.12.12.2  4  12   34      34     3       0    0 00:30:26        1

R2
Neighbor    V  AS MsgRcvd MsgSent TblVer  InQ OutQ Up/Down  State/PfxRcd
12.12.12.1  4  12   33      33       3    0    0 00:29:35        1


Cek routing bgp
 Router# show ip route bgp

R1#sh ip route bgp
 2.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
 B       2.2.2.2 [200/0] via 12.12.12.2, 00:28:30

R2#sh ip rout bgp
 1.0.0.0/32 is subnetted, 1 subnets
 B       1.1.1.1 [200/0] via 12.12.12.1, 00:29:55


Test Ping
 Router# ping [ip network destination]

R1#ping 2.2.2.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/12/16 ms

R2#ping 1.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 4/11/16 ms

Membuat Static Route di Windows 7

Awalnya karena ada kabutuhan khusus untuk akses jaringan intranet dari kantor menggunakan vpn, namun dari akses vpn tersebut hanya diberikan akses ke beberapa Web Server tertentu saja di jaringan intranet, otomatis setelah terhubung dengan vpn tidak bisa terhubung dengan internet luar karena secara default metric dari vpn adapter lebih kecil dari wifi adapter dan lan adapter. Disini peran static route untuk memisahkan jalur, dimana saat terhubung vpn anda akan akses ke Web Server di Intranet kantor dilewatkan vpn dan untuk akses ke Internet dilewatkan ke jaringan Wifi semula.

Specifies the cost to reach the destination. Routes with lower metrics are chosen over routes with higher metrics. A typical use of the metric value is to indicate the number of routers that must be crossed to reach the destination.

Pertama, cek status ip dhcp client dari wifi, pastikan dapat akses ke Internet

Continue reading “Membuat Static Route di Windows 7”

[Troubleshooting-6] Static Route

Pastikan PC bisa saling ping dan menggunakan routing static

Static Route adalah jenis routing yang dilakukan Network Administrator (NA) untuk mengkonfigurasi informasi table routing yang dituju secara manual. Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut:

  • Jalur spesifik ditentukan oleh NA
  • Pengisian table routing dilakukan secara manual oleh NA
  • Biasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil

Command untuk static route : ip route [network] [netmask] [next hope]

TestIDN6
Topologi Troubleshoot Static Route

Agar lebih mudah dalam belajar, silahkan download Tiket-6.pkt disini.

Alokasi IP Address :
– PC 0 : 10.10.10.2/24 Gateway : 10.10.10.1
– PC 1 : 20.20.20.2/24 Gateway : 20.20.20.1

Checklis Konfigurasi yang sudah sesuai (tidak perlu dirubah):
– Semua PC sudah sesuai alokasi IP Addressnya
– R2 sudah sesuai Continue reading “[Troubleshooting-6] Static Route”

[Troubleshooting] Inter-VLAN Routing menggunakan Switch Layer 3

PC antar vlan bisa saling komunikasi menggunakan switch layer 3

Just create interface VLAN that is used as client gateway, assign IP address appropriate witch VLAN prefix as client gateway. Activate routing with ‘ip routing’ command.

Troubleshooting berikut ini akan memecahkan masalah bagaimana PC antar vlan bisa saling komunikasi menggunakan switch layer 3. Untuk file Ticket 3.pkt bisa download disini.

TestIDN3.JPG
Ticket 3- InterVLAN Routing

Alokasi IP Address :
– PC 0 : 10.10.10.10/24 gw 10.10.10.1
– PC 1 : 10.10.10.11/24 gw 10.10.10.1
– PC 2 : 20.20.20.10/24 gw 20.20.20.1
– PC 3 : 20.20.20.11/24 gw 20.20.20.1

Alokasi VLAN :
– VLAN 10  : PC0 & PC1
– VLAN 20  : PC2 & PC3

Checklis Konfigurasi yang sudah sesuai (tidak perlu dirubah):
– Semua PC sudah sesuai alokasi IP Addressnya

Konfigurasi yang belum sesuai :
– Switch L3, show running-config Continue reading “[Troubleshooting] Inter-VLAN Routing menggunakan Switch Layer 3”

Ketemu OSPF

Memang terjadi, ketika kita suka dengan sesuatu akan terus ada dipikiran. Salah satunya dalam sebuah kegiatan nge-LAB (red: Belajar Sendiri) tentang OSPF Multi Area dengan Virtual Link sampai kebawa mimpi dengan alur yang gak jelas mulai dari mana dan akan berahir dimana. Sedikit untuk mengingatkan mungkin tulisan ini akan dibaca dikemudian hari ketika saya lupa dengan apa yang pernah saya lewati dalam hal belajar.

OSPF, merupakan salah satu routing protocol dynamis yang mengijinkan router-router untuk saling bertukar informasi routing antar jaringan berdasarkan link-state protocol sering digunakan untuk network yang sudah besar, dimana seorang NE tidak akan berbelit ngurusin masalah routing, cukup dengan dynamic routing ini OSPF mampu memberikan jalur untuk mencapai sebuah tujuan dengan rute terbaik menurutnya. Link-State Database (LSDB ; topologi database) dibentuk oleh sebuah Link-State Advertisement (LSA) dimana LSA berisikan informasi routes.

OSPF memiliki 2 layer hierarki berdasakan area, yaitu area Backbone (area 0) dan area Reguler (non-backbone). Area 0 biasa disebut dengan transit area karena backbone ini memiliki banyak jalur untuk menuju ke area lain dan inter area harus melewati area 0.

OSPF
Area 0 – Backbone Area ; R1_R3 – Area Broder Router ; R5_R6_R7 – Internal Router ; R1_R3_R7 – Backbone Router #NixtrainOSPF

OSPF menggunakan cost sebagai matric yang digunakan, dimana matric terkecil/terendah akan menjadi nilai terbaik karena algoritma dari OSPF ini menggunakan djikstra. Best Route dari OSPF ini menggunakan link cost (bandwidth), OSPF memiliki administrative distance 110 dan menggunakan Multicast IP Address 224.0.0.5 & 224.0.0.6 untuk share informasi LSDB.